SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 96/SP/HM/BKKP/VII/2020

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro menjadi pembicara dalam acara peluncuran World Economic Forum (WEF) Youth Survey 2020 yang dilaksanakan secara daring, Kamis (23/07).

Dalam sambutannya, Menristek/Kepala BRIN menjelaskan bahwa saat ini Information and Communication Technology (ICT) sangat mendominasi aktifitas ekonomi dunia. Digambarkan bahwa 10 orang terkaya di dunia saat ini berasal dari bisnis ICT. Terlebih di masa pandemi COVID-19 saat ini orang-orang beradaptasi sangat cepat dengan teknologi digital dalam melaksanakan kegiatan ekonominya.

“Kita tahu bahwa ICT menjadi tren global di mana teknologi digital pada dasarnya mendominasi kegiatan ekonomi di dunia. Seperti yang kita ketahui jika kita melihat, katakanlah 10 orang terkaya di dunia saat ini kebanyakan dari mereka berasal dari bisnis ICT, atau yang terkait dengan bisnis ICT. Dan tentu saja pada saat yang sama karena adaptasi terhadap pandemi COVID-19 yang semakin cepat, semua orang mencoba mendigitalisasi untuk memenuhi kebutuhan dalam kegiatan ekonomi,” ungkap Menteri Bambang.

Menteri Bambang melanjutkan, meskipun fintech, pemasaran digital, e-business sudah sangat familiar namun akses terhadap Big Data menjadi sangat penting bahkan menjadi sebuah keharusan. Data Sciences menjadi salah satu persyaratan apabila kita ingin menyelesaikan pandemi COVID-19 yang sedang terjadi saat ini.

“Pada saat yang sama tentu kita familiar dengan fintech, pemasaran digital, e-business, tetapi juga sekarang Data Scinces atau Big Data sudah menjadi household name atau household word saat ini. Mengapa? karena jika kita ingin menyelesaikan permasalahan COVID-19, Big Data akan menjadi persyaratan. Akses ke data menjadi sebuah keharusan dan menjadi sangat penting,” ujar Menristek/Kepala BRIN.

Dikesempatan yang sama, Menristek/Kepala BRIN menyampaikan bahwa Revolusi Industri 4.0 juga memiliki potensi dalam meningkatkan jumlah pengangguran. Ini merupakan salah satu tantangan yang perlu disadari oleh generasi muda.

“Ada tantangan, dan saya pikir sebagai generasi muda kita perlu menyadari bahwa Revolusi Industri 4.0 akan meningkatkan potensi pengangguran terutama jika kita tidak siap dengan subtitusi dari orang-orang yang berpotensi menjadi pengangguran ini,” jelas Menteri Bambang.

Untuk menyikapi tantangan tersebut, Bambang PS Brodjonegoro mengingatkan kepada generasi muda agar mempersiapkan diri dalam memasuki Revolusi Industri 4.0. Tidak hanya memiliki hardskill seperti Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) namun juga harus memiliki softskill.

“Sebagai generasi muda kita perlu mempersiapkan diri, tidak hanya hardskill yang juga penting Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) namun juga perlu melengkapi diri kita dengan softskill. Softskill akan memberi tahu kita siapa yang akan menjadi pemenang dan siapa yang akan kalah. Orang-orang yang memiliki softskill adalah pemenang yang potensial karena kita kemudian dapat melakukan pemecahan masalah, berpikir kritis, kreatif, dapat lakukan koordinasi yang baik, memiliki kemampuan emosional, pengambilan keputusan sangat cepat, berorientasi pada layanan, kemampuan bernegosiasi, berpikir cepat, dan adaptif,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Turut hadir dalam kesempatan ini Head of The Regional Asia Pacific Agenda World Economic Forum, Joo-Ok Lee; Deputy Secretary General for ASEAN Socio-Cultural Community, Khung Poak; Group Chief Economist Sea Singapore, Santitarn Sathirathai; Indonesian Managing Director of GRAB, Neneng Goenadi; dan Co-Founder Chief Operrating Officer IDN Media, William Utomo.

Fajar R Dewantara, M Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristek/BRIN