Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor : 291/SP/HM/BKKP/XII/2019

Klaten – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Ka. BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini pola konsumsi daging sapi di Indonesia dapat dikatakan perkapitanya masih sangat rendah terutama jika dibandingkan dengan negara tetangga. Rendahnya konsumsi tersebut adalah karena daya beli (harga daging sapinya masih relatif mahal), dan jika dilihat dari sisi ekonominya kenapa harga daging sapi itu mahal adalah karena supply sapi atau ketersediaan daging sapinya yang masih terbatas dan masih bergantung pada daging impor. 

“Solusi untuk meningkatkan konsumsi daging per kapita di Indonesia tersebut adalah dengan berupaya untuk memperkuat sisi pasokan supply daging sapi melalui ‘breeding’ dengan memilih beberapa jenis sapi unggulan yang kita harapkan bukan hanya Gagah dan Macho (Gama), oleh karena itu upaya ‘breeding’ ini diharapkan nantinya pasokan sapi atau daging sapinya secara kilogram (kg) jauh meningkat kemudian kualitas dari dagingnya juga membaik. Dan kemudian ketika breedingnya menghasilkan indukan yang makin besar dan berpotensi menghasilkan daging maka kita harapkan berikutnya swasta bisa memanfaatkannya dalam bentuk memperbanyak produksi dagingnya dan juga distribusinya. Dan diharapkan setelah daging sapinya terdistribusi dengan baik maka Indonesia bisa makin bergerak menuju swasembada untuk daging,” ungkap Menteri Bambang saat mengunjungi Bengkel Ternak Sapi UGM di Pusat Pengembangan Sapi Gama dan Bengkel Ternak kerjasama Fakultas Peternakan UGM dan PT Widodo Makmur Perkasa di Desa Jambakan, Kec. Bayat, Kab. Klaten.

Selain itu Menteri Bambang menyambut baik ide Bengkel Ternak UGM tersebut yang tujuannya adalah untuk pemeliharaan sapi dan upaya memperbaiki kualitas yang sangat membantu para peternak yang mungkin skalanya mikro dan kecil supaya mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan dan juga bisa menjaga kelangsungan dari usaha peternakannya.

Pada kesempatan yang sama Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus mengatakan bengkel ternak UGM bertujuan untuk merawat sapi lokal yang kurus, sakit-sakitan dan kurang pakan sehingga menghasilkan sapi yang sehat dan gemuk.

“Saat ini di Jambakan telah dilakukan penggemukan 3000 sapi Gama dan juga kemudian kerjasama dengan PT. Widodo Makmur Perkasa ini juga tidak hanya melakukan pengembangan ternak sapi saja tetapi juga ternak ayam dan aneka produknya seperti telur yang non kolesterol,” ujar Ali.

Hand Tractor Teknologi Tepat Guna Bidang Pertanian

Seusai mengunjungi Bengkel Ternak UGM Menteri Bambang melanjutkan kunjungan kerjanya dalam rangka menyalurkan bantuan hibah alat mesin pertanian (alsintan) berupa hand tractor kepada Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Jawa Tengah. Menteri Bambang mengungkapkan Hand Tractor yang diberikan kepada Unwidha adalah salah satu upaya Kemenristek/BRIN untuk memberikan teknologi tepat guna bagi yang bergerak di bidang pertanian, khususnya padi. 

“Dimana untuk bisa meningkatkan produktivitas padi, salah satunya dibutuhkan alat mesin pertanian, dan hand tractor ini adalah salah satunya. Hand tractor harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, termasuk oleh para petani disekitarnya,” ungkap Menteri Bambang.

Menteri Bambang juga menjelaskan bahwa kelebihan dari Hand Tractor tersebut saat ini sudah tidak lagi berbahan bakar solar tetapi sudah berbahan bakar gas.

“Kelebihan hand traktor ini adalah pada bahan bakarnya, yang tadinya menggunakan bahan bakar solar, telah diganti menggunakan gas ukuran 5,5 kilogram (kg). Dengan menggunakan gas biayanya menjadi lebih murah dan efisien dibandingkan dengan solar. Bisa menghemat biaya bahan bakar 60%. Selain itu juga bisa ikut menjaga lingkungan karena bebas polusi udara,” jelas Menteri Bambang.

Sementara itu Rektor Unwidha triyono mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan hibah berupa hand traktor. Unwidha akan menjaga, merawat dan memanfaatkan alsintan tersebut dengan baik, khususnya bagi mahasiswa program studi teknologi hasil pertanian.

“Hand traktor yang diberikan ini sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswanya terutama jurusan teknologi hasil pertanian. Maka dari itu diharapkan bantuan ini mampu mendorong mahasiswa Unwidha untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan riset dan teknologi di Indonesia”, tutur Triyono.

Turut hadir pada rangkaian acara tersebut Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Direktur Pengembangan Teknologi Industri Hotmatua Daulay, Staf Khusus Menteri Danang Rizki Ginanjar, Sekda Klaten Jaka Sawaldi serta civitas akademika lainnya.

Heni Sukmawati, Firman Hidayat, dan Yayat Hendayana

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik